Artikel

Oleh Gabriella Mega
Tracer Study ITB

Rilis : 2019

Tanggal: 16-01-2019

Mendapatkan pekerjaan merupakan salah satu hal yang ingin dicapai oleh banyak orang, yang telah menyelesaikan masa studinya. Namun dalam beberapa prosesnya, tentunya membutuhkan waktu tunggu. Bersama penelitian ini, akan dilakukan analisis mengenai rata-rata waktu tunggu alumni dengan masa studi 6 tahun atau lebih sampai mendapatkan pekerjaan pertama, pada alumni Institut Teknologi Bandung khususnya alumni angkatan 2011. Salah satu metode yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh umpan balik alumni adalah Tracer Study, dengan melalui survei dalam bentuk kuesioner. Setelah dilakukan pengelompokan berdasarkan waktu kelulusan, didapatkan sebanyak 184 responden yang dikategorikan sebagai mahasiswa yang lulus dengan waktu 6 tahun atau lebih. Dengan kendala pengerjaan tugas akhir sebagai alasan terbesar alumni mengalami ketidaktepatan masa studi 6 tahun atau lebih. Selanjutnya dilakukan pengelompokan berdasarkan pekerjaan utama saat ini, dan didapatkan 93 Responden yang bekerja, dengan 84 Responden yang mencari pekerjaan dan 9 Responden tidak mencari pekerjaan. Guna melihat waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan pertama, maka tentunya alumni merupakan responden yang mencari pekerjaan. Dari 84 Alumni,  Sebanyak 44 Responden mencari pekerjaan sesudah lulus dan 40 Responden lainnya mencari pekerjaan sebelum lulus. Dengan rata-rata waktu tunggu Responden yang mencari pekerjaan sebelum lulus adalah 4,1 bulan, dan rata-rata waktu tunggu Responden yang mencari pekerjaan sesudah lulus 5.2 bulan.

Kata kunci : Tracer Study, Waktu Tunggu, Alumni ITB 
  

Oleh Nada Yasinta
Tracer Study ITB

Rilis : 2019

Tanggal: 16-01-2019

Tracer Study ITB telah melakukan survey mengenai aspek-aspek yang menjadi harapan saat memasuki dunia kerja dari sudut pandang alumni ITB yang baru memasuki dunia kerja pada rentang 1 - 3 tahun. Harapan tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran mengenai pekerjaan ideal menurut alumni ITB. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui aspek utama alumni ITB angkatan 2008-2011 untuk menggambarkan apa itu pekerjaan ideal, sehingga aspek-aspek tersebut diharapkan dapat digunakan oleh dunia kerja sebagai pertimbangan dalam memfasilitasi alumni ITB yang bekerja di tempat mereka. Data yang digunakan digunakan dalam makalah ini adalah data Tracer Study ITB tahun 2015-2018. Metode penelitian pada makalah ini adalah dengan menggunakan metode analisis faktor. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga faktor yang menggambarkan pekerjaan ideal menurut alumni ITB angkatan 2008-2011, yaitu pekerjaan yang dapat memberi kesempatan untuk berkembang, memberi fasilitas karir yang baik serta waktu dan beban kerja yang sesuai. 
 
Kata Kunci: tracer study, pekerjaan ideal, alumni ITB, analisis faktor 

Oleh Ilma Nurlaili
Tracer Study ITB

Rilis : 2019

Tanggal: 16-01-2019

ITB merupakan Institut Teknologi di Indonesia yang menerapkan sistem penempatan jurusan di tahun kedua masa belajar setelah sebelumnya mahasiswa diharuskan masuk ke salah satu Fakultas/Sekolah saat seleksi masuk perguruan tinggi. Penempatan di jurusan per Fakultas/Sekolah ditentukan oleh kapasitas jurusan yang dituju, minat, dan IPK mahasiswa selama masa TPB (Tahap Persiapan Bersama). Tidak semua mahasiswa dapat masuk ke jurusan pilihan pertama. Pada Artikel ini, dicari tahu apakah tidak diterimanya mahasiswa ke pilihan pertamanya memiliki dampak terhadap nilai IP dan lama studi. Data yang digunakan pada artikel ini adalah data Tracer Study tahun 2015-2018 dengan metode yang dipakai untuk penelitian yaitu perbandingan rataan melalui Uji-t. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa rataan nilai IP dan lama studi mahasiswa yang tidak diterima di jurusan pilihan pertama pada tahun kedua berbeda dengan mahasiswa yang diterima di jurusan pilihan pertama pada tahun kedua berkuliah. 

Kata kunci: Tracer study, penjurusan, Nilai IP, Lama studi, Uji-t

Oleh Syifa Nur Awalia
Tracer Study ITB

Rilis : 2019

Tanggal: 16-01-2019

Laporan survey alumni ITB angkatan 2008-2011 menunjukkan bahwa mayoritas alumni memilih untuk bekerja setelah lulus dibandingkan dengan berwirausaha, melanjutkan studi, ataupun tidak bekerja. Terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan oleh alumni ketika melamar ke suatu perusahaan. Pada makalah ini akan dibahas mengenai aspek-aspek yang menjadi perhatian alumni ketika perusahaan melakukan penerimaan pegawai baru. Aspek-aspek tersebut dapat berguna untuk mengetahui sudut pandang alumni ITB dalam dunia kerja sebagai langkah persiapan alumni dan menjadi masukkan bagi ITB atau perusahaan dalam memasuki dunia kerja. Data yang digunakan dalam makalah ini berasal dari database Tracer Study ITB tahun 2015-2018. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis faktor dengan bantuan software SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 13 aspek yang diasumsikan sebagai bahan pertimbangan perusahaan dalam perekrutan pegawai baru, didapatkan 8 aspek yang dapat menjelaskan keterkaitan antar aspek dan dapat dikelompokkan menjadi empat faktor. Faktor pertama adalah nilai akademik, faktor kedua adalah pengetahuan akan negara lain, faktor ketiga adalah nilai softskill, dan faktor terakhir adalah spesifikasi pendidikan. 
Kata kunci: Aspek Pekerjaan, Tracer Study ITB, Dunia Kerja, Lulusan Baru 
 

Oleh Anies S. Nisa
Tracer Study ITB

Rilis :

Tanggal: 05-05-2017

Sistem penjurusan di ITB unik jika dibandingkan jurusan lain karena menganut sistem fakultas sebelum masuk ke jurusan. Pada saat ujian masuk, calon mahasiswa diminta memilih fakultas yang diinginkan. Setiap fakultas terdiri dari beberapa program studi yang bidangnya berkaitan satu sama lain. Di akhir masa tingkat studi pertama, mahasiswa diminta untuk memilih jurusan dalam fakultas tersebut. Karena keterbatasan kuota jurusan, maka pada umumnya tidak semua mahasiswa dapat memasuki jurusan pilihan pertamanya sehingga terlempar ke jurusan lain. Hal ini dapat menimbulkan kekecewaan pada mahasiswa dan dapat berimbas pada penurunan semangat belajar dan prestasi. Studi ini mempelajari hubungan antara kesesuaian pilihan jurusan dengan prestasi belajar mahasiswa. Pada studi ini, dilakukan analisis menggunakan data yang dimiliki Tracer Study ITB dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kesesuaian pilihan jurusan dengan prestasi belajar. Mahasiswa yang tidak masuk ke jurusan pilihan pertamanya cenderung memiliki IP yang lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang masuk ke jurusan pilihan pertamanya. Namun agar lebih valid, dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan analisis yang lebih dalam serta jumlah sampel yang lebih banyak.
 
Kata kunci: kesesuaian pilihan jurusan, fakultas, jurusan, prestasi belajar