SESI I
 
PEMAPARAN HASIL ANALISIS PELAKSANAAN TRACER STUDY ITB 2016 (Dr. Eng. Bambang Setia Budi, S.T.,M.T.)

Yang paling penting adalah data collecting, baru prosesnya ke data mining.
Fokusnya ke data angkatan.
Tracer Study adalah riset bukan hanya sekedar pendataan alumni.
ITB, dua tahun terakhir sudah 7% yang berwirausaha.
Tracer Study mengevaluasi sistem pendidikan belajar-mengajar tetapi juga menganalisis terkait dunia kerja.
Seni rupa/FSRD banyak yang tidak sesuai dengan bidang kerjanya. Why? perlu dianalisis lebih lanjut.
Kemampuan internet responden tinggi dibandingkan kontribusi perguruan tinggi yang sangat rendah dalam hal kemampuan internet. Secara umum, kontribusi dari alumni lebih tinggi dari kontribusi perguruan tinggi.

ANALISIS HASIL TRACER STUDY ITB 2016 LULUSAN BERPROFESI WIRAUSAHA (Dr. Udjianna S. Pasaribu)
 
Tracer Study tidak hanya akreditasi tetapi juga dapat merubah kurikulum.
 
DISKUSI
  1. Adanya kesamaan yang dilihat terkait rendahnya soft-skill alumni terkait public speaking ataupun bahasa asing. Bagaimana kita meng-improve dua faktor ini? Terkait isu MEA, apakah ada plotting tempat kerja alumni di luar negeri? Adakah anak-anak kita yang bekerja di luar negeri? Jika belum, apa sebabnya? Dan jika sudah, ada di mana saja? (Penanya, UNSYIAH)
 
Jawab:
Sebenarnya tidak rendah sekali, untuk bahasa adanya gap yang besar antara harapan dan kenyataannya. Secara umum, dirasa merata terkait bahasa asing. Juga ada faktor culture dan kondisi masyarakat. Tugas terkait ke depannya bukan pada career center mungkin lebih ke unit lembaga bahasa. Misal, kurikulum mungkin ada kerjasama dengan unit bahasa.
 
Kita bisa cek di negara apa saja alumni yang bekerja di luar negeri dan bisa dianalisis. Namun, di dalam buku belum dianalisis. Harapannya, analisis terkait TS akan dianalisis dan diperluas terus. (Dr. Eng. Bambang Setia Budi, S.T.,M.T.)
 
Tambahan jawaban:
Salah satu caranya melibatkan sedini mungkin dengan rekan terlebih dahulu. Misal, dalam hal pratikum yang dihadapkan dengan beberapa program studi. Salah satunya di program studi adanya math@center. Terkait soft-skill dosen sendiri juga harus mempunyai soft-skill itu.
 
Yang sulit dari mahasiswa sekarang adalah keinginannnya kerja di Pulau Jawa. Banyak sekali culture Indonesia yang tidak bisa disamakan dengan budaya luar negeri. Penerapan terhadap kondisi di lapisan bawah.
 
 
  1. Dari segi faktor eksternal, faktor utama berasal dari relasi. Apa kira-kira faktor internal alumni yang paling berpengaruh dari alumni sehingga mempercepat dia diterimanya dari dunia kerja? Faktor terbesar apa penyebab dari gaji? (Penanya, UNSYIAH)
 
Jawab:
Waktu terkait kerja relatif lebih cepat di ITB dibandingkan yang lain, rata-rata sekitar 3 bulan. Faktor terbesar gaji multinasional jauh lebih besar karena coversi dalam mata uang asing. Terkait gaji adanya fenomena Sumber Daya Manusia (SDM). Kita ada data siapa gaji terbesar, bonus, dll. Namun, data sangat di-keep untuk akreditasi.
 
  1. Terkait bimbingan konseling, pusat karir, apakah tracer study bagian dari pusat karir atau berdiri sendiri (Penanya, MATARAM)
 
Jawab:
ITB mempunyai konseling mahasiswa yang dulunya terdapat di ITBCC. Namun, sekarang terpisah dan saat ini, di ITBCC mempunyai layanan Career Conseling yang menangani konseling untuk mahasiswa. Selanjutnya, Tracer Study merupakan bagian divisi dari ITBCC.
 
  1. Terkait analisis kluster dan pca, apa dasar kluster apakah semua variabel digunakan atau hanya variabel tertentu? kalo variabel tertentu dasarnya apa? (Penanya, UNS)
 
Jawab:
Ada yang dikaitkan hanya dalam beberapa variabel. Kluster Wirausaha berbeda dengan kluster yang bekerja dan wirausaha. Dan memang dipilih saja variabel terkait Wirausaha dulu.
 
Kuesioner berubah karena disesuaikan dengan perubahan lingkungan dan culture. Untuk kuesioner yang ditunjukkan hanya melihat yang Wirausaha, maupun Bekerja dan Wirausaha, antisipasi dengan kondisi lingkungan di luar. Terkait dalam penghasilan, tidak diolah dalam analisis yang berwirausaha.
 
Tanggapan
 
Adanya faktor eksternal dengan relasi. Ketika mendapatkan cepat mencari kerja faktor internal dalam alumni itu sebenarnya apa?”
Deviasi yang besar dalam hal gaji, faktor apa saja yang mempengaruhi seseorang dalam memperoleh gaji itu?”
 
Jawab:
Faktor internal ada di bagian kompetensi bagian prinsipal komponen. Untuk me-reduce yang paling penting adalah berpikir kritis, inisiatif, keterampilan riset, manajemen waktu, memecahkan masalah, dll. Untuk keterampilan riset, tidak semua dosen menyadari. Faktanya, ada beberapa bagian bidang ilmu yang risetnya sangat tinggi. Untuk komponen kedua, adanya keterampilan internet dan komputer, baru terakhir adalah IP.
 
Mendapatkan kerja paling banyak dari relasi, dengan paling besar dari alumni. Yang paling cepat adalah ke perusahaan alumni sendiri. Bukan hanya dari internal faktor yang mempengaruhi seseorang memperoleh gaji. Masalah gaji sebenarnya murni bukan hanya fresh graduate. Semata-mata bergantung pada perusahaan yang memiliki standarnya sendiri-sendiri.

Download Materi