Dalam beberapa tahun belakangan, isu mengenai krisis minyak dunia menjadi perhatian semua kalangan dikarenakan kebutuhannya dalam setiap aspek kehidupan baik industri maupun aktivitas sehari – hari masyarakat, termasuk instansi pendidikan seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki jurusan Teknik Perminyakan.

Dampak dari isu yang telah beredar sejak awal tahun 2015 ini adalah banyaknya rumor yang beredar di masyarakat mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar – besaran industri minyak dan gas bumi di Indonesia karena kinerja perusahaan terdampak penurunan harga minyak dunia. Namun, ternyata hal tersebut merupakan isu belaka karena menurut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK MIGAS (Satuan Kerja Khusus Pelasana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi), Elan Bintoro menegaskan bahwa hal ini adalah isu belaka.

Untuk mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB angkatan 2015 tidak memfavoritkan jurusan Teknik Perminyakan dikarenakan terbuai dengan isu – isu krisis minyak global yang beredar di masyarakat. Hal ini terbukti dari hasil penjurusan FTTM angkatan 2015, jurusan Teknik Perminyakan yang biasanya setiap tahun diminati menjadi pilihan pertama, tidak lagi menjadi rebutan dilihat dari tidak adanya mahasiswa yang “terlempar” dari pilihan pertamanya Teknik Perminyakan. Ini merupakan penurunan yang sangat signifikan, dilihat dari  setiap tahunnya banyak sekali mahasiswa yang terpaksa melanjutkan studi ke jurusan yang bukan merupakan pilihan pertamanya.

Apakah hal ini memang benar isu belaka? Apakah tidak masalah untuk melanjutkan studi di jurusan Teknik Perminyakan? Apa buktinya? Semua pertanyaan tersebut akan terjawab dari pemaparan data mengenai karir lulusan Teknik Perminyakan 2009 berikut ini yang dihimpun pada tahun 2016 yang berjumlah 89 responden dari 98 total lulusan Teknik Perminyakan 2009.
Pertama, kita lihat bagaimana status pekerjaan lulusan Teknik Perminyakan ITB angkatan 2009 yang merupakan lulusan baru yang sedang memulai karir pada masa – masa krisis minyak global awal 2015.

Gambar 1. Status Pekerjaan

Dapat dilihat dari data diatas bahwa untuk setiap angkatan lulusan Teknik Perminyakan masih 74% dari jumlah angkatannya yang bekerja + 1% bekerja dan wiraswasta.
Kemudian, akan kita lihat pekerjaan tersebut apakah sesuai dengan jurusan Teknik Perminyakan
Gambar 2. Kesesuaian Pekerjaan dan Jurusan
 

Dilihat bahwa 93% dari responden yang bekerja, menyatakan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan saat ini sesuai dengan jurusan mereka yaitu Teknik Perminyakan.
Apakah mereka lama untuk mendapatkan pekerjaan tersebut? Mari kita lihat data dibawah ini.

Gambar 3. Waktu Tunggu Bekerja
 
Bisa dilihat dari gambaran diagram diatas, lulusan Teknik Perminyakan malahan diatas 50% responden mendapatkan pekerjaan tersebut sebelum mereka lulus. Dan untuk yang setelah lulus pun rata – rata dalam rentang waktu 1 bulan juga sudah mendapatkan pekerjaan.

Bukti lainnya adalah lapangan pekerjaan perminyakan bukan hanya di Indonesia saja, banyak perusahaan Multinasional yang bergerak di industri minyak dan gas bumi ini masih berjalan dengan baik.

Gambar 4. Kategori Perusahaan

 
Masih diatas 50% bekerja di perusahaan multinasional karena memang masih ada peluang usaha di industri ini, apalagi di negara berkembang seperti Indonesia.
Selanjutnya, akan kita lihat bagaimana penghasilannya yang merupakan prospek yang sangat mengiurkan apabila sudah membahas tentang pekerjaan di bidang minyak dan gas bumi.

Gambar 5. Penghasilan perbulan
 
Jika dilihat dari rata – rata penghasilan perbulannya, sangat mengiurkan yaitu diatas 15 juta / bulannya,. Akan tetapi ini masih memuaskan untuk lulusan yang baru memulai karirnya. Diatas masih belum termasuk bonus dan insentif lainnya yang mungkin akan diterima.

Masih banyak bukti – bukti lain yang memperlihatkan bahwa industri perminyakan dan gas bumi masih belum redup, jadi bagi kalian yang masih ragu untuk memilih kuliah di jurusan Teknik Perminyakan ITB tidak usah khawatir karena pekerjaan di bidang ini sangat mengiurkan dan menantang.