Selalu menyenangkan untuk bisa melakukan sesuatu hal yang baru. Mulai dari belajar ilmu baru, bertemu dengan teman baru sampai akhirnya dapat terus berusaha melakukan yang terbaik di lingkungan baru dengan harapan memiliki pengalaman baru  yang lebih baik pula. Berbagai hal baru inilah kemudian yang saya rasakan ketika saya diberi kesempatan untuk mengikuti Program Magang Tracer Study ITB periode April - Juni 2017. Program Magang Tracer Study ITB merupakan program magang yang diadakan oleh ITB Career Center yang ditujukan bagi mahasiswa S1 dan S2 atau Staff Pengajar dan yang mempunyai tanggung jawab dalam hal analisis data, sorting data, pembuatan laporan dan artikel terkait Tracer Study ITB. Tujuan saya mengikuti program ini adalah ingin belajar bagaimana manajemen Tracer Study di ITB yang nantinya akan saya implementasikan di tempat kerja saya saat ini di Universitas Lampung. Selain itu, saya ingin berupaya membantu ITB Career Center mensukseskan Tracer Study ITB 2017 dan mendekatkan hubungan antara CCED Unila dengan ITB Career Center.
 
Beberapa minggu pertama magang, saya telah banyak belajar terkait bagaimana Tracer Study di ITB. Ketika memulai magang kebetulan ITB Career Center baru mengadakan Seminar Tracer Study ITB 2017. Jadi, kami fokus pada evaluasi pelaksanaan kegiatan seminar tersebut. Saya diminta untuk membuat artikel terkait diskusi waktu seminar, membuat powerpoint notulensi dan mem presentasikannya. Apabila ada waktu luang, saya melihat tim Tracer Study yang sudah ada sebelum saya datang yang sedang melakukan pengolahan data. Saya melihat mereka bagaimana caranya mengolah data Tracer Study dan saya benar-benar hanya melihat dan mempelajarinya saja saat itu karena saya masih mengerjakan tugas artikel terkait notulensi. Untuk pelaksanaan Tracer Study ITB 2017, tim masih sibuk melakukan pencarian surveyor. Dalam pelaksanaan Tracer Study ITB, surveyor merupakan alumni ITB yang turut menjadi bagian dari target responden pada penyelenggaraan Tracer Study ITB dan mempunyai peran membantu menghubungkan kerjasama/komunikasi di antara tim Tracer Study ITB dengan alumni ITB.
 
Perkembangan Tracer Study ITB pada minggu selanjutnya masih sama seperti minggu sebelumnya, tim masih mencari surveyor dan peserta magang diberikan tugas untuk mengolah data per program studi berdasarkan data alumni ITB Angkatan 2009. Setelah diminta untuk mempelajari cara pengolahan data, “Hal yang saya tunggu akhirnya datang juga” saya diberi kesempatan untuk mengolah data Alumni Program Studi Astronomi Angkatan 2009. Pengolahan data (data mining) dilakukan dengan menggunakan statistic tool "Excel STAT". Setelah data diolah, data tersebut disajikan dalam bentuk power point dan selanjutnya dilakukan analisis data. Analisis data ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana informasi-informasi terkini alumni dari masanya mereka kuliah sampai apa saja hal yang mereka lakukan setelah kuliah terkait karir yang kemudian informasi tersebut dapat digunakan untuk penjaminan kualitas masing-masing program studi di ITB.
 
Tugas selanjutnya adalah peserta magang diminta untuk membuat konten X-Banner tentang Tracer Study ITB. Saya mendapat topik tentang inovasi dan implementasi Tracer Study ITB. Sungguh senang ketika mendapat topik ini karna saya dapat mengetahui inovasi-inovasi dan perkembangan yang ada pada Tracer Study ITB yang sangat luar biasa sekali. ITB telah menyelenggarakan Tracer Study sejak tahun 2012 hingga saat ini. Dalam setiap penyelenggaraannya, Tracer Study ITB selalu melakukan inovasi-inovasi. Mulai dari Metodologi dan Pendekatan, Struktur Organisasi, Sistem IT, Sarana dan Prasarana sampai Sumber Daya. Hal yang melatarbelakangi mengapa inovasi-inovasi ini muncul adalah kesadaran bahwa permasalahan utama dalam penyelenggaraan Tracer Study akan selalu terhubung dengan rendahnya perolehan rensponse rate untuk mengisi kuesioner. Konsep inovasi dalam penyelenggaraan Tracer Study ITB mengacu pada kecocokan budaya dan kondisi Negara Indonesia. Konsep ini didesain untuk lebih mengarah kepada hal yang bersifat struktural dan kultural serta formal dan informal. Struktural dan kultural dipandang sebagai konsep yang dilaksanakan berdasar kepada ketentuan yang berlaku serta turut memperhatikan/memanfaatkan budaya yang berlaku di masyarakat. Sedangkan formal dan informal bermakna bahwa dalam penyelenggaraan Tracer Study, tata cara pelaksanaan mengacu pada prosedur yang berlaku serta sifatnya santai/fleksibel/tidak kaku dengan tetap menjaga untuk selalu berada dalam kondisi keakraban/kekeluargaan. Konsep ini telah teruji/terbuktikan manfaatnya apabila dilihat dari perolehan response rate penyelenggaraan Tracer Study ITB yang selalu berada di atas 70%.
 
Hari terus berlalu, tidak terasa sudah mau tiga bulan saja sampai pada akhirnya penulisan artikel ini merupakan tugas yang bisa dibilang tugas akhir saya mengikuti program magang ini. Awalnya saya ingin menulis artikel terkait olahan data program studi yang saya olah tetapi setelah mendengar saran “lebih baik menulis artikel terkait keseharian magang disini sebagai referensi pelaksanaan magang selanjutnya” Mengapa tidak? Jadi saya memutuskan untuk menulis terkait pengalaman magang disini. Saya merasa beruntung karena banyak ilmu yang dipelajari melalui program magang ini.
 
“Apakah ada impact-nya setelah mengikuti Program Magang ITB?”
 
Berbicara terkait impact-nya apa setelah mengikuti program magang ITB tentu ada dan sungguh banyak sekali menurut saya. Dengan mengikuti program tersebut saya dapat mengembangkan kemampuan dalam melakukan pengolahan data dan analisis data Tracer Study menjadi lebih baik. Selain itu, dapat mengetahui strategi pencapaian response rate lebih dari 70% yang digunakan tim Tracer Study ITB mulai dari formasi inti tim, kuesioner dan sistem IT-nya sampai surveyor dan reward system yang diberikan oleh responden sebagai daya tarik tersendiri pelaksanaan Traser Study ITB. Semua hal yang didapat dan dipelajari tersebut akan saya implementasikan ke unit tempat saya bekerja. Dengan demikian, saya berharap pelaksanaan Tracer Study di unit tempat saya bekerja dapat menjadi lebih baik lagi dan analisis terhadap data Tracer Study pun semakin mendalam serta tercapainya angka response rate yang melebihi target. Harapannya program magang ini terus dapat dilakukan dan terbuka kesempatan khususnya untuk perguruan tinggi lain demi tercapainya Tracer Study seluruh perguruan tinggi di Indonesia menjadi lebih baik.
 
Pada kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada Pak Bambang dan Kak Angga untuk kesempatan bapak dan kakak yang berikan kepada saya untuk mengikuti program magang ini. Rekan-rekan tim Tracer Study ITB yang selalu berbagi ilmu kepada saya, Mbak Awal, Mbak Nurul, Kak Andi, Mbak Anis, Indah, Amal, Afni, Grace terima kasih banyak. Senang dapat bertemu kalian dan semoga silahturahmi selalu terjalin ya. Aamiin :)