Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center - Tim Kemahasiswaan dan Tracer Study Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) menyambangi ITB Career Center untuk mempelajari pelaksanaan tracer study di ITB.

Prof. Dr. Hj. Suswandari, M.Pd., selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan UHAMKA memaparkan bahwa kunjungan ini merupakan tuntutan dari Rektor UHAMKA, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd untuk mengawali pelaksanaan tracer study yang pernah dilaksanakan tiga tahun yang silam.

"3 tahun yang lalu hasil tracer study kami belum maksimal. Kunjungan ini berupaya untuk mengawali pelaksanaan tracer study yang lebih terstruktur. Karena pelaksanaan periode sebelumnya belum sempurna, kami belajar dari ITB yang telah berpengalaman melaksanakan tracer study sejak 2012 hingga tahun ini," paparnya saat memberikan sambutan di Ruang Meeting ITB Career Center, Senin (12/2).

Angga Dinan A., S.Si., M.T, selaku Kepala Divisi Riset ITB Career Center menjelaskan bahwa permasalahan utama bagi banyak lembaga tracer study adalah berkenaan dengan pengisian kuesioner tracer study yang dilakukan untuk akreditasi universitas semata.

Tim Kemahasiswaan dan Tracer Study Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) mendengarkan penjelasan Dr. Eng. Bambang Setia Budi berkenaan dengan implementasi dan inovasi tracer study di ITB. (Dok. ITB Career Center/Fulca)
 
"Selama ini banyak universitas yang menggunakan tracer study untuk akreditasi saja. Jelas, perolehan response ratenya akan kecil, mengingat pemanfaatannya hanya untuk jangka pendek. Padahal, sesuai pemaparan ketua peneliti tracer study ITB, Dr. Eng. Bambang Setia Budi, penelusuran alumni ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika dilakukan berdasarkan proyek saja, ditakutkan akan banyak assessor atau pelaksana tracer study yang berganti, tidak akan ada improvement ke depannya," jelasnya.
 
Dr. Eng. Bambang Setia Budi menambahkan bahwa tracer study adalah sebuah bentuk riset. Ia menganjurkan agar pelaksanaan tracer study dilaksanakan secara melembaga.

"Lembaga pelaksana tracer study di ITB sendiri berdiri di bawah pusat karir kami, ITB Career Center-Lembaga Kemahasiswaan. Karena tracer study adalah sebuah riset yang melembaga, penelitiannya perlu dianggarkan secara rutin pula, agar terlaksana secara kontinu. Ini penting karena tracer study impactnya luas, bisa memberikan feedback bagi proses belajar mengajar di universitas, sekaligus bisa memetakan persebaran alumni setelah lulus studi—baik di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun di dunia usaha dan dunia industri," ujarnya.

Divisi Riset ITB Career Center sendiri telah melakukan penelitian tracer study sebanyak delapan kali. Selama 3 bulan pelaksanaan Tracer Study ITB 2017, Divisi Riset ITB Career Center memperoleh response rate sebesar 91%. Hasil tracer study terbaru ini bisa dilihat pada laman laporan di website Tracer Study ITB. (fv)