Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center –
Keterlambatan lulus dalam perguruan tinggi kerap diidentikan dengan kemalasan, kebodohan dan konotasi mahasiswa buruk lainnya. Tak jarang, 'terlambat lulus' dianggap memproyeksikan kinerja negatif seorang lulusan perguruan tinggi di dunia professional. Benarkah demikian?

Asisten peneliti Tracer Study ITB dari Prodi Astronomi 2013, Lisa Santika dibawah bimbingan Kepala Divisi Tracer Study Angga Dinan, mencoba mengkaji masalah tersebut dalam makalah “Pengaruh Keterlambatan Lulus Terhadap Perkembangan Karir Alumni ITB Angkatan 2009”. Lisa beranggapan bahwa tema ini menarik untuk diangkat, melihat fakta bahwa 40% mahasiswa ITB tidak lulus tepat waktu, meskipun ada jurusan tertentu yang rata-rata studinya memakan waktu lima tahun.

Menurutnya, banyak yang menganggap bahwa kesibukan di luar kuliah seperti mengikuti unit kegiatan adalah faktor yang menghambat mahasiswa lulus tepat waktu. Namun, dari hasil penelitian Tracer Study ITB, ITB Career Center, Lembaga Kemahasiswaan ITB, ia mendapat lebih dari 50% faktor keterlambatan lulus mahasiswa ITB dikarenakan lamanya waktu pengerjaan tugas akhir dan pengulangan mata kuliah yang hanya ada di semester tertentu.

Lisa menambahkan bahwa pada makalah ini tidak banyak perbedaan antara lulusan tepat waktu dan tidak tepat waktu. “Dari data Tracer Study ITB diperoleh median waktu tunggu untuk lulusan tepat waktu dan tidak tepat waktuhanya memakan waktu 3 bulan. Uniknya, hasil survey juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang terlambat lulus lebih banyak yang memilih berwirausaha,” tambahnya saat ditemui di Gedung Tracer Study ITB, Jumat (8/9/17).

Lisa juga menyampaikan, bahwa nilai bonus yang diperoleh lulusan tepat waktu saat bekerja dan berwirausaha jauh lebih tinggi daripada yang terlambat lulus. Namun, pada makalah yang dikirim untuk Summit ICCN 2017 di Bogor ini, perbedaan dari segi penghasilan tidak begitu terlihat. “Hal ini menunjukkan bahwa baik lulusan tepat waktu maupun tidak tepat waktu, keduanya memiliki kesempatan berkarir yang sama di masa depan,” pungkasnya.(fv)