Fulca Veda

ITB Career Center, Bogor — Divisi Tracer Study ITB bersama ITB Career Center, Lembaga Kemahasiswaan ITB, menjadi pembicara dalam sesi Focus Group Discussion mengenai Tracer.id yang diadakan oleh ICCN Summit 2017 di Bogor pada 13 September 2017. FGD ini menjadi salah satu sesi yang diincar oleh peserta ICCN 2017 yang ingin mengembangkan sistem IT tracer study untuk mendapatkan feedback dari alumni perguruan tingginya.
 
FGD yang diadakan untuk memperkenalkan aplikasi tracer.id ini terdiri dari sesi perkenalan sistem software dan pembuatan kuisioner Tracer Study. Aditya Satria, ST, MT, selaku developer dari software tracer.id untuk Divisi ITB Tracer Study mengungkapkan bahwa sistem open source tracer.id yang berbasis web ini lebih mampu mengakomodir survey alumni yang dilakukan oleh lembaga tracer study perguruan tinggi tertentu.

"Fitur tracer.id ini lebih user friendly dan mampu menangani kebutuhan yang lebih kompleks daripada aplikasi lain sejenis google form, karena bisa menampung multiple question untuk kebutuhan riset tracer study," jelasnya saat memberikan pelatihan instalasi software tracer.id di Gedung IPB International Convention Center, Rabu (13/9/17).

Angga Dinan A., S.Si.,M.T., selaku Peneliti Divisi Tracer Study ITB melanjutkan bahwa selain mampu menampung multiple question sesuai kebutuhan surveyor, dari sisi pembuatan kuesioner dan pendataan, timnya juga menjaga kredibilitas para responden dalam risetnya. "Kerahasiaan data alumni berkenaan dengan hal personal seperti alamat tempat tinggal, alamat kantor dan data lainnya tidak kami beberkan kepada publik," ujarnya.

Atmosfer pelatihan yang atraktif serta pembagian merchandise di akhir sesi diskusi ikut menjadi daya tarik pelatihan sistem tracer.id ini. Meski banyak peserta yang menggunakan medium handphone, FGD yang dikoordninasikan dua arah antara Divisi Tracer Study ITB dan peserta ini sukses menarik minat peserta untuk mempelajari instalasi software tracer.id dan pembuatan kuesioner tracer study.

Salah satu peserta FGD tracer.id, Dr.Yus Nugraha, MA selaku Tim Adhoc Pengembangan Mahasiswa sekaligus Dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran mengungkapkan bahwa melalui pelatihan tracer.id ini muncul banyak solusi dan alternatif baru untuk proses pendataan alumni di kampusnya sendiri. "Selama ini di UNPAD sudah ada pendataan alumni tracer study di setiap fakultas, namun pengembangan feedback alumni belum berkembang. Kemungkinan masih sedikit alumni yang menganggap ini penting, padahal setiap kampus dibesarkan oleh alumninya sendiri," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa banyaknya alumni yang belum melihat feedback alumni sebagai hal yang penting menegaskan rendahnya response rate dari tracer study yang dilakukan oleh setiap universitas di Indonesia. "Tim kami sendiri masih menggunakan metode yang sangat konvensional seperti via email. Kedepannya, penggunaan sistem tracer.id secara online dan metode surveyor akan kami pertimbangkan untuk diadopsi supaya pengembangan riset tracer study bisa lebih terintegrasi dengan baik," ujarnya saat diwawancarai seusai sesi focus group discussion tracer.id. (fv)