Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center — Sejak awal tahun 2017, Divisi Tracer Study ITB dibawah ITB Career Center, telah membuka program magang bagi mahasiswa dan staff yang ingin berkontribusi sebagai asisten peneliti Tracer Study ITB. Saat ini, Divisi Tracer Study ITB sendiri dibantu oleh lima asisten peneliti yang merupakan mahasiswa magang dari berbagai jurusan, seperti Matematika dan Astronomi. Salah satunya adalah Syifa Nur Awalia, mahasiswa jurusan Matematika ITB 2013.

Melalui program magang Tracer Study ITB, Syifa menyampaikan bahwa menjadi asisten peneliti selama tiga bulan telah memberinya ruang untuk mengembangkan hardskills yang pernah didapatnya saat kuliah. "Kalau di prodi saya, kasusnya lebih textbook dan kurang bisa dikembangkan. Di Tracer Study ITB datanya berbeda, saya bisa belajar pendataan awal dan mengolah hasil surveynya untuk kebutuhan perguruan tinggi dan dunia industri," jelasnya.
 
Syifa menambahkan bahwa menjadi bagian dalam proses pembuatan produk riset Tracer Study ITB adalah salah satu pengalaman yang paling berkesan selama bekerja di divisi tersebut.

"Membuat paper dan artikel untuk kebutuhan publikasi ICCN Summit 2017 dan buku report adalah proyek yang saya kerjakan selama magang. Pembuatannya melalui beberapa kali revisi oleh para peneliti utama Tracer Study ITB, baik pada substansi maupun redaksionalnya. Dari situ, saya jadi paham, bahwa mengerti data secara matematis saja tidaklah cukup, analisis dan narasi data lebih lanjut menjadi kebutuhan pembaca yang perlu kita akomodir pula," ujarnya saat ditemui di Kantor Tracer Study ITB pada Senin, (2/10).
 
Sementara itu asisten peneliti lain, Indah Gumala Andirasdini, mahasiswa pascasarjana Matematika ITB mengatakan bahwa ilmu yang didapatkan di prodi Matematika menjadi solusi bagi kebutuhan riset Divisi Tracer Study ITB. Hal ini dibenarkan oleh Syifa N, bahwa salah satu alasan asisten peneliti lebih diutamakan berasal dari Prodi Matematika ITB adalah karena adanya tuntutan menggunakan tools yang didapatkan ketika kuliah untuk menganalisis data tracer study di ITB.

Lebih lanjut, Indah Gumala Andirasdini, mengungkapkan bahwa mengikuti magang di ITB Career Center-Divisi Tracer Study ITB mampu memberikan gambaran bekerja sebagai peneliti di lembaga riset tertentu. “Magang di Tracer Study ITB sangat direkomendasikan bagi mereka yang tertarik dengan big data dan ingin menjadi researcher. Kedepannya, akan lebih baik kalau Tracer Study ITB berkolaborasi dengan peneliti dan tenaga ahli bidang ilmu lain guna mengembangkan kualitas penelitian tracer study itu sendiri,” tambahnya di akhir wawancara. (fv)