Fulca Veda
 
Bandung, ITB Career Center — Divisi Tracer Study ITB Career Center mulai sebarkan kuesioner untuk survey pengguna pada perhelatan Titian Karir Terpadu ITB (ITB Integrated Career Days), 27-29 Oktober 2017 lalu. Survey yang dilakukan terhadap 30 perusahaan yang datang ke acara tersebut, merupakan proses dari penulisan buku laporan survey pengguna tahunan (user survey) yang direncanakan rampung penulisannya tahun ini.

Survey pengguna yang dilakukan sejak tahun 2010 ini secara umum bermaksud untuk mengetahui kepuasan perusahaan terhadap lulusan ITB. Pada buku Report User Survey 2016, pihak Tracer Study ITB menerangkan lebih jauh bahwa riset ini berguna untuk menciptakan relevansi antara dunia pendidikan dan dunia usaha terkait kebutuhan, kepentingan, dan kepuasan perusahaan. Fokus yang diangkat dalam survey ini terbagi dalam tiga kelompok pertanyaan, yakni hardskill, softskills, dan faktor internal-eksternal. Setiap kelompok pertanyaan ini mewakili penilaian dengan skala 1-5 terkait tingkat kepentingan (tidak penting–sangat penting) dan tingkat kepuasan (tidak puas–puas) perusahaan terhadap alumni ITB.

Untuk memahami kepentingan dan kepuasan perusahaan, pihak Tracer Study ITB mencoba mencari tahu lebih lanjut dan mewawancarai salah satu perusahaan yang baru pertama kali berpartisipasi di acara Titian Karir ITB 2017. Ditemui di sela-sela proses rekruitmen, Yupitri Oktalika, Manager HRD dari perusahaan T&E Simulation mengaku bahwa perusahaannya tertarik untuk merekruit alumni ITB karena kualitasnya sudah teruji dan merasa puas dengan hardskills yang dimiliki anak-anak ITB. Ia menekankan bahwa sejak 2006, setidaknya setiap tahunnya ada sekitar 10-15% karyawan Perusahaan T&E di Jakarta dan Bandung yang merupakan alumni ITB.

“Perusahaan kami dibangun oleh para eks karyawan PT Dirgantara Indonesia (IAe), sudah banyak pula karyawannya yang merupakan alumni dari ITB. Untuk bidang kerja spesifik seperti mekanik dan audio simulator, alumni ITB sangat professional. Mereka selalu ingin belajar dan suka ngulik. Hanya saja, alumni ITB cenderung bermasalah pada softskillsnya, yakni di segi teamwork, terutama para engineer-nya. Mereka lebih terbiasa mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Meskipun proyeknya beres, terkadang masih kurang koordinasi antara satu dengan yang lain," pungkasnya.

Yupitri menambahkan bahwa T&E Simulation–yang merupakan perusahaan teknologi pembuat simulator untuk alutsista militer dan pemerintah–memiliki persentase karyawan perempuan yang cenderung kecil.

"Sayangnya di perusahaan kami perempuannya hanya ada sekitar 10%. Di Cabang Bandung hanya ada 20 orang dari total 200 karyawan, beberapa adalah alumni ITB juga," tambah Yupitri.

Namun, ia mengatakan bahwa itu bukanlah masalah. Berbeda dari korporasi lain, karena atmosfer bekerja yang dinamis dan kekeluargaan di T&E Simulation, banyak alumni ITB yang menggunakan sarana tersebut sebagai media pembelajaran. "Mereka dipersilahkan untuk eksplorasi sehingga perbedaan yang terlihat menjadi sangat  kecil. Mereka bisa dengan maksimal berkontribusi terhadap perusahaan," ujarnya saat diwawancarai Sabtu, (28/10).