Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center – Tracer Study ITB tak hanya mengupas tentang profil lulusan ITB semata, namun juga penelitian lain yang mampu memberi umpan balik (feedback) kepada kampus Ganesha itu sendiri. Buku Report Tracer Study ITB 2017 yang dijadwalkan rampung akhir tahun ini mencakup berbagai variabel untuk mengukur kualitas alumni ITB di dunia profesional sebagai gambaran output sistem belajar mengajar di ITB.
 
Sejauh ini, Divisi Tracer Study ITB telah berhasil mendokumentasikan setiap variabel yang ingin ditelitinya untuk laporan pelaksanaan tracer study di ITB. Setiap variabel atau komponen data tersebut didapat melalui berbagai jawaban kuesioner yang diberikan oleh responden selama berlangsungnya proses tracer study. Setidaknya 2922 responden yang merupakan alumni ITB angkatan 2010 telah memberikan kontribusinya dalam menjawab kuesioner tersebut.

Jawaban-jawaban dari kuesioner ini turut mengarahkan respondennya untuk memberikan penilaian terhadap Kampus ITB dan terhadap Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang sedang digelutinya.
 
Pada buku Report Tracer Study Tahun 2016, misalnya, Pihak Tracer Study ITB Career Center menemukan bahwa adanya tuntutan pekerjaan yang lebih besar dibanding kompetensi alumni ITB. Sedangkan tahun ini, peneliti Tracer Study ITB Career Center menemukan kecendrungan bahwa alumni ITB angkatan 2010 menilai poin bekerja dalam tekanan, pengetahuan di luar disiplin ilmu, manajemen waktu, serta komunikasi dianggap kurang.

Penilaian kompetensi komunikasi, misalnya, dikaji oleh Tracer Study ITB karena erat kaitannya dengan kemampuan bahasa yang digunakan alumni, khususnya bahasa asing atau Bahasa Inggris.

Amalia Nur Alifah, salah satu asisten peneliti Divisi Tracer Study ITB Career Center dalam penelitian yang turut dimasukkan dalam buku Report Tracer Study ITB 2017 menulis, bahwa alumni FSRD ITB angkatan 2009 menganggap penting kemampuan Bahasa Inggris dalam dunia kerja. Namun, di sisi lain terdapat gap yang cukup besar pada penguasaan Bahasa Inggris alumni dengan kontribusi ITB dalam penguasaan Bahasa Inggris alumni FSRD ITB angkatan 2009.

"Hasil analisis Tracer Study ITB yang lalu, tahun 2016 menunjukkan bahwa tingkat kemampuan Bahasa Inggris alumni FSRD angkatan 2009 menempati urutan ketiga tertinggi setelah alumni SBM angkatan 2009 dan alumni STEI angkatan 2009. Namun diantara ketiga kelompok studi alumni tersebut, alumni FSRD angkatan 2009 lah yang paling merasa bahwa tingkat kontribusi Perguruan Tinggi dalam kemampuan Bahasa Inggris alumni masih cukup rendah," ujarnya.

Segi komunikasi yang menjadi salah satu poin dalam penilaian kompetensi dari alumni ITB angkatan 2010 akan dibahas lebih lanjut pada Buku Report Tracer Study ITB 2017. (fv)