Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center — Melalui riset Tracer Study 2017, Divisi Tracer Study ITB Career Center melakukan penilaian kompetensi komunikasi yang erat hubungannya dengan kemampuan bahasa asing bagi alumni ITB angkatan 2010.

Poin kemampuan bahasa asing tetap menjadi variabel yang perlu diteliti lebih lanjut di penelitian Tracer Study ITB 2017, mengingat pentingnya kompetensi tersebut di dunia industri dan profesional. Melanjutkan berita sebelumnya, berdasarkan hasil survey Tracer Study ITB Tahun 2016, kriteria penerimaan pegawai baru menurut alumni FSRD ITB angkatan 2009 termasuk kemampuan bahasa asing, seperti Bahasa Inggris. Kriteria Bahasa Inggris menempati peringkat ketiga setelah kriteria kepribadian dan keterampilan interpersonal dan spesialisasi. (Amalia Nur Alifah, 2017) Hasil survey tersebut menunjukkan, sebanyak 122 alumni FSRD ITB angkatan 2009 menyatakan bahwa kriteria penerimaan pegawai baru adalah kemampuan Bahasa Inggris.

Hal ini dibenarkan oleh Anggota Tim Employer Services ITB Career Center, Sari Alessandra S.Si. Menurutnya, Bahasa Inggris menjadi hal yang lumrah untuk dikuasai oleh pelamar kerja tidak terkecuali alumni ITB.

"Bahasa Inggris memang akan menjadi hal yang penting dalam proses rekrutmen, tapi ini tergantung pada bidang profesi dan kriteria yang menuntut seorang pelamar berkompetensi demikian. Jelas, mampu berbahasa asing akan menjadi nilai tambah. ," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meski poin komunikasi bisa dinilai dari seni kandidat pelamar berkomunikasi, negosiasi, bahasa tubuh, tulisan, dan lain-lain, bahasa asing—dalam hal ini Bahasa Inggris—menjadi hal yang cukup dipertimbangkan oleh perusahaan (user) karena kompetensi ini bisa diukur. Pengukuran ini bisa dilihat melalui nilai tes Bahasa Inggris (TOEFL, IELTS), ataupun dalam bentuk komunikasi lisan/tulisan saat proses rekrutmen.

Sari Alessandra mengungkapkan, rendahnya penilaian kontribusi ITB terhadap kompetensi bahasa asing–menurut alumni FSRD angkatan 2009 (link)–bukanlah semata-mata karna ITB kurang memfasilitasi kebutuhan berbahasa asing mahasiswanya. Kondisi di luar, menurutnya cukup mempengaruhi seseorang mau berkompetensi lebih atau tidak. Ia menegaskan bahwa calon pelamar dan alumni ITB bisa mengembangkan kompetensi bahasa asingnya, bahkan di luar kampus ITB.

"Setiap kandidat pelamar bisa mengembangkan kompetensi dirinya masing-masing. Memang, ITB Career Center memberikan Program Pendidikan dan Pelatihan, namun kita tidak menyediakan fasilitas Pelatihan Bahasa Asing. Kan, ada UPT Bahasa di ITB. Tapi jelas, kami secara tersirat menginformasikan pada kandidat pelamar bahwa mampu menggunakan Bahasa Inggris itu perlu, lho. Misalnya cara untuk membaca lowongan. Jika iklan lowongan tertulis dalam Bahasa Inggris, maka implikasinya jelas diharapkan pelamar mampu berbahasa Inggris pula, baik untuk proses rekrutmen, dan/atau, bekal untuk kebutuhan posisi kerja yang dilamarnya," jelasnya saat diwawancarai di Ruang ITB Career Center, Rabu (22/11).