Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center   ̶  Kebutuhan memperoleh pekerjaan bagi sebagian besar alumni ITB tentunya tidak sama. Divisi Riset ITB Career Center, pada penelusuran tracer study ITB tahun 2016   memperoleh berbagai alasan alumni ITB angkatan 2009 dalam memperoleh pekerjaan utama. Alasan utama dalam memilih pekerjaan pertama bagi sebagian besar alumni ITB angkatan 2009 ternyata adalah terkait kesempatan pengembangan diri (56%).

Hal ini tentunya memberikan gambaran bahwa alumni ITB (khususnya angkatan 2009) saat mencari pekerjaan pertama yang menjadi prioritas utama bukanlah masalah besarnya gaji. Gaji sendiri menjadi alasan bagi 16% (dari 2624 orang) alumni ITB angkatan 2009 dalam memilih pekerjaan pertama.

Informasi terkait alasan pemilihan pekerjaan tentunya menjadi masukan bagi perusahaan. Kesempatan pengembangan diri ini sendiri sempat ditanyakan oleh pihak media Tracer Study ITB kepada salah satu perusahaan yang sedang melakukan rekruitmen di ITB, CBS Techno Co.Ltd. Xiao Wu, selaku Oversea Development Manager CBS Techno Co.Ltd mengatakan bahwa perusahaannya memperhitungkan ITB sebagai kandidat yang potensial. Perusahaanya merasa paham untuk memberi ruang bagi para employee-nya untuk bekerja dan mengembangkan kemampuan dirinya dalam berkarir. Percakapan ini pernah dipublikasikan di laman Karir ITB.

“Kami melakukan rekruitmen di ITB karena merupakan universitas teknik terbaik di Indonesia, bahkan top university di Asia Tenggara. Banyak dari lulusannya merupakan talent-talent unggul yang mampu berkompetisi dan bekerjasama dengan talent dari luar negeri. Mereka mau explore lebih dan berkontribusi besar untuk perusahaan kami,” ujar Xiao Wu saat diwawancarai di Ruang interview ITB Career Center, (16/11).

Dirinya menegaskan bahwa perusahaannya ingin merekruit anak-anak ITB dengan kemampuan tekniknya karena ingin mengembangkan kemampuan engineering agar sesuai dengan standard kebutuhan insinyur yang diperlukan dalam produksi material automotifnya.

“Kami ingin menciptakan setiap kandidat yang lulus tahap seleksi di ITB sebagai insinyur dengan standar kompetensi yang mendunia, mengingat perusahaan kami merupakan mitra dari berbagai perusahaan otomotif besar seperti Toyota, Daihatsu, Denso, dan Mitsubishi. Setidaknya sudah ada 4 kali rekruitmen di ITB, sejak 2013. Tentunya kami menyediakan berbagai fasilitas work & life balance dan layanan tambahan lainnya, termasuk training dan salary yang layak dan tentu terbilang tinggi, mengingat kursnya dikonversi dalam mata uang Yen (JP¥),” tambahnya.

Bagi perusahaan sendiri, kesempatan pengembangan diri terkait alasan pemilihan kerja alumni ITB menjadi prioritas yang penting. Hal ini menjadi masukan apabila perusahaan ingin merekrut alumni ITB sebagai staf perusahaan, maka perlu untuk memperhatikan kesanggupan dalam memberikan kesempatan pengembangan diri bagi alumni ITB. Sebaliknya, ketidaksanggupan dalam memberikan kesempatan pengembangan diri tentunya dapat berpengaruh terhadap motivasi kerja alumni ITB di perusahaan tersebut. 

Alasan pengembangan diri tersebut menunjukkan bahwa alumni ITB adalah pribadi yang selalu ingin berkembang. Hal ini turut menjadi bukti untuk menghapus sentimen bahwa alumni ITB cenderung ingin bekerja di perusahaan yang memberi gaji besar. (fv)