Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center  ̶  Presiden RI, Ir. Joko Widodo bersama Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Teten Masduki dikabarkan hadir dalam acara Entrepreneurs Wanted atau disingkat "EW!" pada Senin lalu, 18 Desember 2017. Seperti dilansir Kantor Berita ITB, Senin (18/12) Teten Masduki menyampaikan bahwa ITB dipilih sebagai tuan rumah EW! ke-8 dikarenakan ITB adalah gudangnya entrepreneur.

Achmad Zaky, pendiri Bukalapak, Andi Taufan pendiri Amartha, Reynazran Royono pendiri Snapcart, adalah beberapa entrepreneur keluaran ITB yang sukses mendirikan usaha rintisannya di Indonesia.

Anggapan ITB sebagai Entrepreneur University ini sejalan dengan temuan Divisi Riset Tracer Study ITB mengenai potensi wirausaha di kalangan mahasiswa ITB. Salah satu hasil riset Tracer Study ITB bahkan menunjukkan, 7% alumni ITB angkatan 2006 hingga 2009 yang telah lulus dalam rentang waktu 1-3 tahun memilih berprofesi sebagai wirausaha.

Pada paper “Profil Wirausaha Alumni ITB Rentang 1-3 Tahun Setelah Lulus” yang akan terbit pada Buku Report Tracer Study ITB 2017 diperoleh, bahwa bidang usaha yang paling banyak dirintis oleh entrepreneur lulusan ITB adalah bidang jasa, seni, hiburan & kreasi, serta usaha kategori perdagangan besar dan eceran.

Dari segi omset usaha alumni, Divisi Tracer Study menemukan bahwa omset usaha tersebut berada pada kisaran 10-20 juta secara umum, namun demikian dalam rentang waktu 1-3 tahun ternyata omset usaha yang besar semakin bertambah.

Sedangkan itu, dari sisi lokasi, pada umumnya usaha alumni terkonsentrasi di wilayah Bandung Jawa Barat. Salah satu sebab usaha alumni ITB banyak berdiri di Bandung adalah karena usaha alumni berdiri sejak mereka masih kuliah.

Dalam kutipan press release Kantor Berita ITB, Senin lalu (18/12) Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo yang turut hadir dan berbicara di hadapan sekitar 1.000 millenial di Sasana Budaya Ganesha ITB juga menegaskan, bahwa tingkat kemajuan suatu negara dapat dilihat dari persentase pengusaha terhadap jumlah penduduknya. Menurutnya, Indonesia sendiri baru memiliki 3,3% pengusaha. Hal ini masih jauh dari prosentase pengusaha di negera Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura 7%, dan Thailand 4,5%. (fv)