Fulca Veda
 
Bandung, ITB Career Center  ̶  Seperti dilansir laman berita Tracer Study ITB sebelumnya, dikatakan bahwa waktu tunggu mahasiswa ITB untuk mendapatkan pekerjaan adalah 3 bulan. Waktu tunggu ini terbilang singkat jika dibandingkan dengan waktu tunggu mahasiswa di kampus lain yang memakan waktu lebih dari 3 bulan, bahkan sampai satu tahun.

Lalu, apa saja yang mempengaruhi kecilnya waktu tunggu alumni ITB mendapatkan pekerjaan? Apakah semua mahasiswa ITB memiliki kompetensi yang sama sehingga mendapatkan pekerjaan dalam waktu yang singkat? Benarkah mahasiswa ITB sudah terfasilitasi dalam mencari pekerjaannya?

Angga Dinan A., S.Si., M.T, Kepala Divisi Riset Tracer Study ITB Career Center mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Dalam wawancara yang dilakukan pihak media ITB Career Center pekan lalu, Angga Dinan menegaskan bahwa kompetensi anak ITB memang menjadi salah satu yang mempengaruhi waktu tunggu mendapatkan kerja setelah lulus studi di ITB.

"Kompetensi alumni ITB memang mempengaruhi waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama. Tapi perlu diperhatikan, kalau terkait kompetensi sebenarnya perbandingannya bisa dilihat dari kesesuaian bidang studi dengan pekerjaannya atau tidak. Jika sesuai maka kekuatan utama mereka di level kemampuan studinya (hardskills) cukup bagus. Tapi jika diluar bidang studi berarti kita lihat kaitannya dengan bidang pekerjaannya, kenapa dia diterima di pekerjaan pertama, bisa jadi karena soft skill-nya cukup bagus. Saya bisa mengatakan demikian karena sesuai data perolehan Tracer Study ITB, secara keseluruhan kompetensi anak ITB itu kuat di hardskills tapi lemah di softskills. Jadi, tidak semua individu di ITB memiliki skills yang sama. Hanya saja sesuai dengan riset Tracer Study ITB tahun lalu secara garis besar memang kompetensi alumni ITB penilaiannya dominan di hardskills dan selaras dengan itu kesesuaian bidang pekerjaan alumni dengan disiplin ilmunya di ITB mencapai 70%," terangnya saat diwawancarai di Ruang Sekretariat Tracer Study ITB.

Tak hanya kuat di hardskill, Angga turut menyampaikan bahwa lebih dari setengah alumni ITB ternyata menggunakan fasilitas layanan ITB Career Center dan relasi antar alumni untuk memudahkan mencari kerja.

"Divisi riset kami tahun 2016 menemukan bahwa 68% alumni ITB  mencari pekerjaan lewat ITB Career Center. Tapi bukan mendapatkan pekerjaan ya, hanya mencari kerjanya saja. Chance untuk mendapatkan pekerjaan lewat ITB Career Center sendiri baru 10-12%. Hal ini dikarenakan masih kuatnya tradisi menggunakan channel/relasi alumni untuk mendapatkan pekerjaan. Dari hasil racer Study ITB tahun 2012-2016, sekitar 46,9%  basis mendapatkan pekerjaan alumni ITB 1 tahun setelah lulus masih menggunakan jalur relasi alumni atau temannya sendiri. Kultur di ITB memang kuat di ikatan alumninya dan ini berpengaruh pada berbagai opsi pekerjaan yang dimiliki mahasiswa lulusan ITB. Tak jarang, ketika ada alumni yang butuh orang di bidang tertentu, maka mereka lebih mencari juniornya di ITB dengan bidang keilmuwan yang sesuai dengan jobdesk tersebut," paparnya. (fv)


Artikel terkait:
3 Bulan, Rata-Rata Waktu Tunggu Mahasiswa ITB Dapatkan Kerja Pertamanya
Tracer Study ITB Telusuri Kesesuaian Studi dan Karir Alumni ITB
Bukan Masalah Gaji, 56% Alumni ITB Angkatan 2009 Pilih Pengembangan Diri sebagai Alasan Mencari Kerja