Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center  ̶  Berdasarkan data Tracer Study ITB Tahun 2012-2016, alumni ITB bekerja di berbagai bidang dan kategori perusahaan. Penelitian Tracer Study ITB mendefinisikan jenis tempat bekerja alumni kedalam empat kategori, yakni instansi pemerintah, organisasi non-profit, perusahaan swasta, dan perusahaan sendiri/wiraswasta.

Lebih jauh, sesuai data Tracer Study ITB 2-12-2016, alumni ITB 1 hingga 2 tahun setelah lulus, sebagian besar memiliki pekerjaan dengan kategori bidang bidang usaha pertambangan dan penggalian, jasa profesional, informasi dan komunikasi, konstruksi dan pembangunan, serta industri pengolahan.

Teknik Sipil angkatan 2009 misalnya, sesuai hasil Tracer Study tahun 2016, 41% alumninya lebih banyak bekerja di perusahaan dengan kategori bidang konstruksi dan pembangunan. Dari sisi kategori perusahaan, alumni Teknik Sipil angkatan 2009 ini 22% bekerja di perusahaan lokal, 58% bekerja di perusahaan nasional, dan 21% bekerja di perusahaan multinasional.

Hal tersebut menjadi pertimbangan bagi Jeremy Alverius, Teknik Sipil ITB 2014 selaku ketua penyelenggara ITB Civil Engineering Expo 2018 (ICEE), dalam menghimpun perusahaan di pameran teknik sipil yang digelar pada 26-28 Januari 2018 lalu. Jery, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa pameran, presentasi, serta seminar perusahaan tersebut merupakan ajang pengenalan bagi mahasiswa, terutama Teknik Sipil, untuk memahami jenis-jenis perusahaan yang menjadi sasaran mahasiswa teknik sipil serta kondisi dunia kerja bidang konstruksi di Indonesia.

ITB Civil Engeneering Expo 2018 (ICEE) merupakan pameran perusahaan konstruksi kedua, setelah sebelumnya sempat digelar pada 2016 di ITB. (Dok.ITB Career Center/Fulca)

“Kami mengundang lebih dari 20 perusahaan untuk pameran di ICEE, mulai dari perusahaan kontraktor, konsultan, supplier, kementerian, dan owner. Mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Perusahaan Gas Negara (PGN). Kami mengundang perusahaan-perusahaan besar terkait keprofesian teknik sipil untuk meningkatkan wawasan mahasiswa terkait pembangunan infrastruktur dan transportasi laut, sesuai dengan agenda Jokowi. Jadi teman-teman bisa melihat realita di lapangan, berbincang dengan perusahaan, dan paham akan kondisi dunia kerja bidang konstruksi di Indonesia saat ini,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan ICEE.
 
Dengan mengusung tema ‘Sistem dan Infrastruktur Transportasi Laut dalam Menunjang Sistem Logistik di Indonesia’, Jery mengungkapkan bahwa dirinya menginginkan adanya acara yang menampilkan perkembangan dan inovasi di dunia konstruksi masa kini. Ia berharap lewat penggambaran perusahaan-perusahaan yang datang ke acara tersebut mampu memberikan wawasan lebih terkait konektivitas antar pulau dalam upaya mengurangi disparitas harga maupun kesenjangan ekonomi lewat sarana transportasi laut di Indonesia.

Jeremy Alverius, Teknik Sipil ITB 2014 saat diwawancarai selaku ketua penyelenggara ITB Civil Engineering Expo 2018 (ICEE).(Dok.ITB Career Center/Fulca)
 
“Seperti kita tahu, saat ini Jokowi sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur laut, karenanya kita ingin lihat sisi transportasi dan infrastrukturnya. Disisi lain, selain di bidang konstruksi, kita juga mengkaji sisi energi, transportasi laut juga butuh bahan bakar, nah kita lihat prospek di bidang energinya pula,” jelasnya.

Berbeda dengan situasi pasar kerja migas yang cenderung turun, Jery menyebutkan bahwa trend pekerjaan bagi mahasiswa sipil dan bidang konstruksi cenderung meningkat.

“Betul, berbeda dari oil & gas, trend di dunia konstruksi sebenarnya bergantung banget dengan kebijakan pemerintah. Saat ini misalnya, pembangunan infrastruktur dan konstruksi pendukung baik di Papua, Trans Sumatra, dan Kalimantan sedang tinggi, jadi trend ketenagakerjaannya sedang meningkat, bidang kerja dan prospek kedepannya bagi anak sipil cukup menjanjikan. Waktu tunggu mendapat pekerjaannya juga terbilang cukup singkat yakni 2-3 bulan setelah lulus. Bahkan, waktu tunggu alumni sipil di perusahaan non-BUMN sudah banyak yang di-hire sebelum mereka lulus,” paparnya di akhir wawancara. (fv)