Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center — Tahun lalu, 2017, Tracer Study ITB Career Center telah merampungkan penelitian selama satu tahun penuh yang dirangkum dalam buku Report Tracer Study 2017. Seperti telah diberitakan sebelumnya, Tracer Study ITB Career Center berencana menerbitkan buku laporan tersebut pada awal tahun 2018.

Buku Report Tracer Study ITB 2017 yang menjadi lanjutan dari penelitian sebelumnya, mengambil angkatan 2010 sebagai target responden penelitian tracer study. Angkatan 2010 dipilih karena memperhatikan waktu kelulusan alumni yang berada pada selang 1 hingga 3 tahun setelah berakhirnya masa studi di kampus ITB. Sebanyak 2651 alumni dari target 2922 mahasiswa ITB angkatan 2010 telah berkontribusi dalam pengisian kuesioner Tracer Study ITB 2017.

Tracer study yang dilakukan oleh ITB sendiri telah berlangsung sejak tahun 2012. Berbeda dari penyusunan buku laporan tahun sebelumnya, konten yang lebih beragam menjadi daya tarik penerbitan buku laporan Tracer Study ITB tahun ini. Selain hasil penelusuran alumni ITB angkatan 2010, buku laporan Tracer Study ITB 2017 turut menyertakan artikel-artikel terkait riset yang dilakukan oleh Divisi Riset ITB Career Center ini. Riset tersebut berkaitan dengan beragam data dengan studi kasus yang spesifik, termasuk pengembangan penelitian Tracer Study ITB 2017, perbandingan data, analisis IP, hard skills, soft skills, dan profil kewirausahaan mahasiswa ITB.

Dalam penelitian tersebut misalnya, Tracer Study ITB Career Center menganalisis antara pendapatan indeks prestasi mahasiswa (IP) dengan jenis kelamin alumni angkatan 2010. Pasalnya, data tersebut menyebutkan bahwa rata-rata IP yang didapatkan alumni wanita ITB 2010 (3.32) besarnya 0.9 poin lebih tinggi dibandingkan rata-rata IP alumni pria (3.23). Namun, yang menarik, nilai IP maksimum yang didapatkan oleh pria (3.97) sedikit lebih besar dibandingkan nilai IP maksimum yang didapatkan wanita (3.95).

Tak hanya itu, Tracer Study ITB turut menganalisa pengaruh IP terhadap pekerjaan alumni ITB angkatan 2010. Hasilnya, rata-rata IP alumni yang bekerja, bekerja dan wirausaha, wirausaha, serta yang tidak bekerja ternyata tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Pada data yang diperoleh tersebut, dijelaskan bahwa rata-rata IP alumni untuk masing-masing pekerjaan hanya berbeda pada 2 digit terakhirnya saja. Rata-rata IP untuk alumni yang bekerja adalah 3.28, untuk yang bekerja dan wirausaha 3.24, alumni yang wirausaha saja 3.24, dan alumni yang tidak bekerja 3.25.

Lebih dari itu, dalam hal penghasilan, jenis kelamin, dan IP, Tracer Study ITB Career Center juga menemukan bahwa ternyata rata-rata penghasilan yang didapatkan alumni pria (Rp 8.484.168) lebih besar dibandingkan rata-rata penghasilan yang didapatkan wanita (Rp 7.208.190). Sementara itu, dalam penelitian tersebut Tracer Study ITB Career Center menegaskan bahwa besar penghasilan tersebut ternyata tidak ditentukan oleh besar nilai IP yang didapatkan oleh alumni ITB angkatan 2010. (fv)