Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center - Universitas Udayana (UNUD) menyambangi ITB Career Center pada Rabu (7/3/2018) dalam rangka mempelajari pengelolaan pusat karir, tracer study, serta kewirausahaan di ITB.

I Gusti Putu Bagus Sasrawan Mananda, Ketua Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Udayana memaparkan bahwa kunjungan ini diupayakan untuk memperbaiki sistem pelayanan Career Development Center (CDC) Udayana yang baru dirombak akhir tahun lalu.

"Baru ada perubahan di Universitas Udayana. Dulu pengelolaan CDC kami berpisah dengan entrepreneur development center, padahal itu adalah suatu kesatuan karir yang padu. Kita ingin menggabungkan job seeker dan job creator, keduanya adalah proyeksi lulusan kita pada pasar tenaga kerja. Karenanya pada Desember 2017, baru semua elemen di CDC (baik pusat karir, tracer study, serta entrepreneur) di-merger seperti ITB saat ini," jelasnya.

Mananda memaparkan bahwa kunjungan ini turut menjadi agenda penting dari penelitian tracer studynya, mengingat masih kecilnya perolehan response rate di kampus tersebut.

"Yang paling krusial, kita ingin mengetahui sistem operasi tracer study dari ITB Career Center, karena di Udayana kesulitan meng-collect data Tracer Study. Penelitian yang terakhir kami hanya memperoleh response rate sebesar 16% saja. Kami ingin mengadopsi surveyor dan sistem TS mengikuti ITB," jelasnya.

Rombongan Universitas Udayana berdiskusi dengan Direktur ITB Career Center, Dr.Eng. Bambang Setia Budi, S.T., M.T berkenaan dengan peningkatan layanan Career Development Center. (Dok. ITB Career Center)
 
Dirinya menambahkan bahwa pergantian rektor di kampusnya turut menargetkan peninggkatan jumlah wirausaha di Universitas Udayana.
 
"Kebetulan rektor kami ganti, agendanya  pun ganti. Kami sudah kontrak kinerja dengan Dikti, targetnya kita bisa cetak 131 wirausaha periode kerja ini. Jelas, hal ini masih jauh dari target rektor ITB yang menyasar 4% alumninya menjadi wirausaha. Karenanya kami juga belajar banyak dari ITB mengenai PMW," ujarnya saat ditemui di sela-sela kunjungan ke kantor ITB Career Center, Rabu (7/3).
 
"Dibawah kemahasiswaan, sejauh ini layanan kami ada konseling, job fair, festival kewirausahaan. Kami belajar dari ITB Career Ceter untuk melihat peluang dan tantangan di sekitar kita untuk memajukn pelayanan. Mengingat tingginya kesempatan di Bali, kami ingin memanfaatkan peluang tersebut dengan mengadakan magang di bidang pariwisata, memanfaatkan jaringan di luar negeri,  serta pengembangan aktifitas kewirausahaan di kampus," jelasnya.

Mananda menyatakan, agar berkembang seperti pusat layanan ITB Career Center, perombakan CDC Udayana menjadi tugas yang besar. Pasalnya, hanya ada tiga orang saja yang menjadi tenaga penggerak layanan CDC di Universitas Udayana.

"Sumber daya manusia kami hanya 3 orang saja. Perombakan menjadi PR besar kami, kami ingin perbaiki sistem IT-nya, sosial medianya, memperkuat hubungan dengan masing-masing fakultas, memperkuat posisi CDC-nya sendiri di universitas pada umumnya, dan Bali pada khususnya," pungkasnya. (fv)