Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center - Divisi Riset ITB Career Center kembali mengadakan workshop Tracer Study di ITB. Kali ini, Akademi Keperawatan Pelni menjadi pesertanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Eng. Bambang Setiabudi selaku Direktur ITB Career Center memaparkan bahwa selain untuk memperoleh memperoleh umpan balik dari alumni, tracer study juga berguna untuk memetakan dunia usaha dan industri.

"Tracer study ini tidak diadakan untuk akreditasi semata, tapi juga untuk mengetahui kompetensi yang diperoleh alumni saat kuliah selaras dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri," paparnya pada Workshop Tracer Study yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan ITB Career Center, Senin (8/4).

Dalam kesempatan tersebut, Bambang turut menjelaskan bahwa menentukan responden adalah langkah paling penting yang harus dilakukan dalam mengerjakan setiap riset, termasuk Tracer Study.

"Untuk meminimalisasi data leak dalam setiap proses pengumpulan data, kita harus jeli melihat respondennya, tentukan respondennya siapa dan jumlahnya berapa. Nanti kita akan tahu alumni mana yang datanya perlu atau tidak perlu diambil, karena tidak mungkin kan kita peroleh data dari responden/alumni yang meninggal, ataupun dropout," tuturnya.

Data alumni ini menurutnya, akan mengantarkan kepada responden yang memiliki alamat pasti (available address, email misalnya).

"Data responden akan terus mengerucut karena ada alamat-alamat email yang bouncing. Dari alamat yang tervalidasi tersebut pada akhirnya kita bisa mengajak responden untuk mengisi kuesioner. Inilah yang kita sebut actual participants dan memungkinkan untuk pencapaian response rate dalam Tracer Study," jelasnya.