Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center - Dalam hasil User Survey ITB tahun 2018 yang dilakukan oleh Divisi Riset ITB Career Center, dikatakan bahwa bentuk kerjasama yang paling banyak dilakukan antara perusahaan dan ITB adalah rekrutmen, magang, dan jobfair.

Direktur ITB Career Center, Dr. Eng. Bambang Setiabudi membenarkan hal ini dalam workshop Tracer Study yang digelar untuk Akademi Keperawatan Pelni di ITB. Menurutnya, kerjasama terkait Dunia Usaha dan Dunia Industri persentasenya lebih tinggi daripada kerjasama bentuk lain seperti riset, kuliah tamu, dan beasiswa.

"Bentuk kerjasama yang terbentuk dengan ITB memang yang paling banyak adalah untuk rekrutmen, magang, dan jobfair, keterkaitannya bisa sampai 60% dengan ITB Career Center. Baru urusan lain, seperti riset, kuliah tamu, beasiswa dan kurikulum, persentasenya dibawahnya," ungkapnya.

Lebih jauh, Dr. Bambang menyampaikan bahwa hasil user survey memungkinkan suatu perguruan tinggi untuk membuat kebijakan berdasarkan data report yang diperolehnya.

"Pimpinan perguruan tinggi itu penting melihat hasil-hasil penelitian seperti user survey, itu kontennya lebih dari sekedar borang akreditasi. Penelitian user survey misalnya, bisa untuk membuat kebijakan. Saya yakin institusi yang aware bisa langsung cepet tanggap. Namun, sekalipun ITB adalah institusi yang besar, kami menyadari bahwa cukup sulit untuk mengubah kurikulum berdasarkan hasil penelitian user survey dan tracer study," tuturnya.

Dr. Bambang mencontohkan bahwa ada program magang dibawah FHCI dan Menakertrans yang berdurasi 6 bulan. Namun, dirinya mengungkapkan bahwa kendalanya kebanyakan universitas hanya menyediakan waktu magang untuk 3 bulan saja.

"Meski magang adalah salah satu kerjasama yang diinginkan oleh user dengan PT, Kami paham bahwa adaptasi sesuai kebutuhan kampus cukup sulit, karena anggapannya kalau magang untuk 6 bulan akan mengganggu akademik. Pada akhirnya program magang ini kesulitan untuk mencari talent. Di sisi lain, ternyata, universitas swasta lebih concern dengan employability. Binus sudah berani support magang ke kurikulumnya untuk waktu 6 bulan. Implementasi dari hasil user survey dan kebutuhan DUDI inilah yang menjadi PR besar bagi universitas negeri supaya bisa adaptable/menyesuaikan dengan perkembangan pasar kerja," pungkasnya.