Fulca Veda

Bandung, ITB Career Center - Riset dianggap penting karena mampu menampilkan data berdasarkan fakta. Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST, MT., Direktur ITB Career Center mengamini hal ini. Pasalnya, data dari hasil riset Tracer Study ITB tahun lalu bahkan mampu memberikan gambaran terkait transformasi pasar kerja saat ini.

"Data itu nomer satu ya untuk riset. Dia mampu mengungkap transformasi yang tidak kita sadari selama ini di sekeliling kita, semua berdasarkan fakta dari respondennya. Tracer Study di ITB pun bisa memperlihatkan kesenjangan yang terjadi di dunia kerja yang dialami oleh mahasiswa kita saat ini," tuturnya membuka Sosialisasi Hasil Tracer Study di Hotel Jayakarta Bandung.

Dari data yang didapat oleh Divisi Riset ITB Career Center tersebut, Bambang menyatakan bahwa ada beberapa prodi yang persentase kesesuaian bidang kuliah dengan pekerjaannya menurun.

"Data menunjukkan bahwa hanya 62% responden dari alumni ITB angkatan 2012 yang menyatakan pekerjaan mereka sesuai dengan bidang studinya," ungkap pria yang juga menjadi dosen di Prodi Arsitektur ITB ini.

Bambang menuturkan bahwa prodi minyak, tambang, serta geologi, persentase kesesuaian pekerjaannya menurun drastis.

"Banyak responden dari prodi tambang dan geologi yang menyatakan kalau kesesuaian kuliahnya dengan bidang kerjanya tidak sesuai. Teknik perminyakan apalagi, ini prodi yang persentasenya turun paling tajam. Teknik informatika, sebaliknya, naik drastis," katanya.

Kondisi ketidaksesuaian yang mencolok dari hasil Tracer Study ITB ini menurutnya bukan karena kesalahan ITB, melainkan berubah seiring dengan iklim perkembangan industri yang terjadi saat ini di Indonesia.

"Teknik perminyakan kesesuaiannya turun karena memang industri perminyakan sedang seret, namun dua tahun belakangan mulai naik lagi, tapi belum terlalu signifikan. Kalau informatika jelas naik drastis karena mengikuti perkembangan tren digital dan teknologi 4.0, jadi naiknya cukup progresif," jelasnya.