Maryam DF

Bandung, ITB Career Center
 – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, perguruan tinggi melaksanakan tracer study dan user surveyTracer study dan user survey merupakan metode penting di dalam memperoleh umpan balik (feedback) dari lulusan dan pengguna terkait keberhasilan pendidikan tinggi baik pendidikan kurikuler maupun non-kurikuler, dan relevansi antara dunia perguruan tinggi dan dunia kerja.

Hasil tracer study dan user survey dapat pula menjadi evaluasi bagi kurikulum perguruan tinggi. Direktur Direktorat Pendidikan ITB, Yuli Setyo Indartono, mengatakan kurikulum harus memiliki gambaran mengenai keberhasilan lulusannya. Di sini harus direncanakan dari pada tiga hingga lima tahun setelah lulus, alumni mendapatkan pekerjaan seperti apa.

"Nanti terlihat setelah tiga hingga lima tahun lagi mereka menjadi apa. Dan ini merupakan tanggung jawab prodi terhadap masyarakat,” jelasnya.

Belum semua perguruan tinggi memiliki pengetahuan mengenai pelasanaan tracer study dan user survey yang efektif. Berdasarkan hal tersebut ITB Career Center bekerja sama dengan Indonesia Career Center Network (ICCN) meluncurkan program Career Center Officer Program (CCOP) 2.0 untuk memfasilitasi program pelatihan tracer study dan user survey bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Selain itu, ITB Career Center juga memberikan pelatihan open source pemakaian sistem IT tracer.id untuk implementasi tracer study secara online di Indonesia.

ITB sudah menjalankan tracer study sejak 2010 hingga kini, jumlah response rate-nya pun kini sudah mencapai lebih dari 95%. Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB, Sandro Mirhadi mengatakan, setelah sekian lama menyelenggarakan tracer study dan user survey, banyak pelajaran yang dapat dibagikan dalam program CCOP 2.0 ini.

“Tentunya setelah melaksanakan tracer study dari tahun 2010 hingga sekarang, ada banyak pengalaman, salah satunya adalah meningkatkan respon rate. Memang dibutuhkan satu proses pembelajaran,” jelas Sandro saat membuka program CCOP 2.0 di Aula Timur, ITB, Kota Bandung, pada Kamis (27/6/2019).

Program CCOP 2.0 dilaksanakan tiga hari mulai Rabu hingga Jumat, 26-28 Juni 2019. Kegiatan dilaksanakan di dua tempat, yaitu Center for Research and Community Services (CRCS) dan Aula Timur ITB. Salah satu peserta CCOP 2.0 dari Universitas PGRI Yogyakarta, Kintoko mengatakan, program CCOP 2.0 ini sangat penting. Menurutnya materi yang didapat dari kegiatan ini sangat berguna bagi perguruan tinggi yang belum maksimal dalam menjalankan tracer study.

“Kegiataan yang sangat penting dan berguna untuk kami pengelola tracer study dan user survey dikampus yang masih banyak belajar,” jelasnya.

Sebanyak 95 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti program CCOP 2.0 2019. Diharapkan dengan mengikuti kegiatan ini peserta dapat memahami, merencanakan dan mengimplementasikan tracer study dan user survey dengan sistem yang baik, melembaga dan berkelanjutan.

Selain itu, tantangan penyelenggaraan Tarcer study adalah jumlah respon rate. Dalam pelatihan ini pun peserta mendapatkan berbagai masukan mengenai cara meningkatkan response rate dengan mempelajari best practice pelaksanaan tracer study (response rate ITB >90%, response rate ITS >80%) dan user survey dari ITB. (Mar)