Tentang Tracer Study

Tracer Study merupakan salah satu metode yang digunakan oleh beberapa perguruan tinggi, khususnya di Indonesia untuk memperoleh umpan balik dari alumni. Umpan balik yang diperoleh dari alumni ini dibutuhkan oleh perguruan tinggi dalam usahanya untuk perbaikan serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan. Tak hanya itu, umpan balik inipun dapat bermanfaat untuk memetakan dunia usaha dan industri agar jeda diantara kompetensi yang diperoleh alumni saat kuliah dengan tuntutan dunia kerja dapat diperkecil.

Tracer Study perlu dilakukan secara melembaga, terstruktur dan dengan metodologi yang tepat guna memperoleh hasil yang terukur, akurat dan dapat diperbandingkan.

Di Indonesia, pelaksanaan Tracer Study umumnya masih terkendala di sisi kebutuhan, sumber daya dan metodologi dalam pelaksanaannya. Seringkali Tracer Study dilakukan oleh perguruan tinggi hanya karena kebutuhan akan akreditasi, sehingga pelaksanaannya tidak dilakukan secara rutin. Selain itu, sumber daya pelaksana Tracer Study umumnya masih dianggap kurang memadai dan hal ini disertai dengan kesulitan dalam menerapkan metodologi yang tepat dalam pelaksanaannya.

 
Tabel Perkembangan Tracer Study ITB
 
No
Tahun Pelaksanaan
Target Responden
Angkatan
Teknik Pelaksanaan
1
2010
3 Prodi
2003, 2004, 2005
Penyebaran kuesioner melalui email attachment
2
2011
3 Prodi
2004, 2005, 2006
Penyebaran kuesioner melalui email attachment
3
2012
Semua Prodi
2004, 2005
Sistem kuesioner online
4
2013
Semua Prodi
2006
Sistem kuesioner online
5
2014
Semua Prodi
2007
Sistem kuesioner online

ITB Career Center merupakan pusat karir yang diberi wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Tracer Study di ITB. Pada tahun 2010, ITB Career Center membentuk Tim Tracer Study ITB (saat ini disebut Divisi Riset ITB Career Center) sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Tracer Study di ITB.
Hingga tahun 2019, Tracer Study di ITB telah diselenggarakan sebanyak 10 kali. Dua tahun pertama, Tracer Study ITB diselenggarakan hanya pada Program Studi (Prodi) tertentu yang hendak mengikuti akreditasi internasional. Tracer Study ITB baru dilaksanakan secara menyeluruh untuk seluruh Prodi sejak tahun 2012 hingga sekarang.

Dalam setiap tahun penyelenggaraannya, Tracer Study ITB mengalami perkembangan, baik dari sistem, sumber daya, metode pelaksanaan dan juga hasil yang diperoleh. Pada pelaksanaan Tracer Study terbaru tahun 2018, Tracer Study ITB telah mencapai perolehan data hingga 92%.


Tujuan Tracer Study  ITB

Tracer Study bertujuan untuk mengetahui hasil pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia usaha dan industri, keluaran pendidikan berupa penilaian diri terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, proses pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pemerolehan kompetensi serta input pendidikan berupa penggalian lebih lanjut terhadap informasi lulusan.
 
Dikembangkan dari konsep Tracer Study milik Schomberg, setidaknya pelaksanaan Tracer Study di ITB memiliki tujuan sebagaimana terlihat pada gambar berikut:
 

 

Manfaat Tracer Study  bagi ITB

Manfaat Tracer Study tidak terbatas pada perguruan tinggi saja, tetapi lebih jauh lagi dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan industri. Tracer Study dapat menyajikan informasi mendalam dan rinci mengenai kecocokan kerja baik horisontal (antar berbagai bidang ilmu) maupun vertikal (antar berbagai level/strata pendidikan). Dengan demikian, Tracer Study dapat ikut membantu mengatasi permasalahan kesenjangan kesempatan kerja dan upaya perbaikannya. Bagi perguruan tinggi, informasi mengenai kompetensi yang relevan bagi dunia usaha dan industri dapat membantu upaya perbaikan kurikulum dan sistem pembelajaran. Di sisi lain, dunia usaha dan industri dapat melihat ke dalam perguruan tinggi melalui Tracer Study, dan dengan demikian dapat menyiapkan diri dengan menyediakan pelatihan-pelatihan yang lebih relevan bagi sarjana pencari kerja baru.
 
Bagi ITB, Tracer Study dilakukan untuk mendapatkan manfaat sebagai berikut:
  • Sebagai database alumni yang terdata berdasarkan Program Studi (Prodi) dan angkatan (tahun masuk);
  • Sebagai masukan/informasi penting bagi pengembangan perguruan tinggi;
  • Sebagai alat evaluasi untuk melihat relevansi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri;
  • Sebagai masukan bagi perbaikan kinerja dosen dan staf administrasi;
  • Sebagai masukan bagi perbaikan kurikulum;
  • Sebagai bahan evaluasi untuk mengikuti akreditasi internasional;
  • Sebagai bahan untuk membangun jaringan/network alumni.